Vulvovaginitis

Vulvovaginitis: Infeksi yang Bisa Terjadi Pada Vagina

Diposting pada

Vulvovaginitis adalah peradangan atau infeksi pada organ intim wanita, yaitu pada vulva dan vagina. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu, seperti rasa gatal disertai perih di vagina dan bibir vagina (vulva). Vulvovaginitis sering dialami oleh wanita dimulai dari usia remaja, wanita dewasa, hingga wanita yang sudah memasuki masa menopause.

Selain itu, kondisi tersebut dapat menyebabkan adanya keputihan disertai bau yang sedap, rasa perih atau terbakar pada vagina, pembengkakan dan kemerahan pada vagina, vulva ataupun perineum.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hampir 30% wanita di Amerika Serikat akan mengembangkan vulvovaginitis bakteri selama hidup mereka. Di antara infeksi vagina lainnya, ini yang paling umum.

Faktor Penyebab Vulvovaginitis

Vulvovaginitis diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yang masing-masing memiliki perbedaan penyebab dan gejala yang dialami, oleh karena itu setiap jenis vaginitis cenderung diperlakukan berbeda.

Ada perbedaan antara keputihan normal dan keputihan terkait vulvovaginitis. Keputihan normal tidak berbau, sedangkan keputihan terkait vulvovaginitis memiliki bau yang tidak sedap.

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan peradangan pada vulva dan vagina, diantarany:

Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis merupakan salah satu penyebab terjadinya vulvovaginitis yang sering ditemui. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri jahat di dalam vagina yang menyebabkan terjadinya infeksi. Vulvovaginitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat menimbulkan rasa perih dan gatal pada vagina, nyeri saat BAK dan berhubungan seksual, dan juga keputihan berwarna kelabu disertai bau amis.

Infeksi jamur vagina

Infeksi jamur yang sering ditemui yaitu jamur candida albicans. Infeksi jamur pada vagina ini sering ditandai dengan keputihan yang menggumpal seperti keju atau ampas tahu, disertai rasa gatal dan perih.

Infeksi virus

Halo sobat raphael, virus yang menyebabkan vulvovaginitis biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Beberapa penyakit infeksi virus yang bisa menimbulkan vulvovaginitis yaitu herpes kelamin dan HPV.

Pada wanita, penyakit herpes menimbulkan vulvovaginitis yang ditandai dengan adanya luka dan juga lepuhan yang berisi cairan bening disertai nyeri dan juga bengkak pada vagina. Sementara itu, virus HPV yang menyerang wanita dapat menyebabkan tumbuhnya kutil kelamin.

Penyakit menular seksual

Trikomoniasis menjadi salah satu penyakit menular seksual yang menjadi penyebab seorang wanita mengalami penyakit vulvovaginitis. Kondisi ini ditandai dengan keputihan yang berwarna kuning kehijauan disertai bau amis, rasa gatal dan perih di area vagina.

Selain trikomoniasis, bakteri klamidia dan gonore juga dapat memicu peradangan dan juga menimbulkan gejala keputihan yang berbau tajam disertai rasa nyeri dan perih saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil.

Infeksi parasit

Parasit yang dapat menyebabkan vagina dan vulva meradang adalah infeksi cacing kremi, kudis dan kutu kemaluan. Gejala vulvovaginitis yang disebabkan oleh infeksi parasit seperti rasa gatal dan iritasi disekitar kelamin.

Alergi

Iritasi dan peradangan pada vagina dan vulva juga dapat terjadi akibat adanya paparan zat kimia. Zat kimia sendiri biasanya terdapat pada sabun mandi, detergen, sabun kewanitaan ataupun kondom. Reaksi alergi ini dapat menyebakan vulva dan vagina terasa gatal, bengkak dan kemerahan.

Faktor Penyebab Lainnya

Vulvovaginitis

Vulvovaginitis tidak hanya menyerang wanita yang aktif secara seksual, tetapi juga anak-anak sebelum pubertas. Sebagai orang tua, marilah kita mempelajari lebih dalam tentang gejala, penyebab, dan pengobatan vulvovaginitis agar kita dapat membantu anak kita dalam mengatasi kesulitannya.

Adapun faktor lain juga dapat menyebabkan wanita mempunyai penyakit vulvovaginitis, seperti:

  • Membersihkan area kewanitaan dengan cara yang tidak benar atau kurang terjaganya kebersihan vagina selama menstruasi
  • Wanita yang suka mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat
  • Suka membiarkan area kelamin dalam keadaan lembab atau basah
  • Cukup sering menahan buang air kecil

Gejala dari penyakit vulvovaginitis

Seperti disebutkan sebelumnya, ada beberapa penyebab vulvovaginitis. Namun, secara umum gejala vulvovaginitis antara lain:

  • Bau tidak sedap dikaitkan dengan keputihan berwarna putih atau kuning kehijauan
  • Gatal di dalam dan sekitar area vagina
  • Nyeri dan kemerahan di sekitar area vagina
  • Bintik-bintik atau pendarahan dari leher rahim
  • Ketidaknyamanan saat buang air kecil atau seksual

Pencegahan penyakit vulvoganitis

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena vulvovaginitis, seperti:

  • Dilarang berganti-ganti pasangan seksual
  • Menggunakan pengaman (kondom) saat berhubungan seksual
  • Jauhi penggunaan cairan antiseptik atau sabun pembersih kewanitaan
  • Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat
  • Selalu jaga kebersihan area kewanitaan

Kapan saya harus ke dokter?

Jika Anda memiliki gejala yang disebutkan di atas, seperti gatal, iritasi, atau keputihan yang berbau busuk. Hadirnya Klinik Raphael menjadi salah satu solusi terbaik bagi masalah kelamin Anda. Hubungi dokter terbaik kami dengan mengklik gambar konsultasi di bawah ini.

Balanitis
Balanitis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *