Waspada Penyakit Servisitis Pada Wanita

Diposting pada
Penyebab Eksim Kering

Baca juga : Perbedaan Gejala Klamidia Bagi Pria dan Wanita

Penyebab Eksim Kering

Baca juga : Perbedaan Gejala Klamidia Bagi Pria dan Wanita

Servisitis

Servisitis adalah kondisi yang juga dikenal sebagai infeksi serviks, pembengkakan dan keadaan peradangan di saluran serviks yang disebabkan oleh infeksi, jamur atau parasit. Gejala servisitis mungkin mirip dengan vaginitis, gejala tersebut termasuk hubungan seksual yang terasa sakit, gatal dan keluar cairan yang tidak biasa dari vagina.

Servisitis adalah kondisi tidak sulit untuk diobati, tetapi jika tidak diobati, penyakit ini akan mengurangi kekebalan rahim dan vagina, meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual seperti sifilis, gonore dan klamidia, bahkan HIV.

Penyebab Servisitis

Salah satu penyebabnya yang paling umum yaitu meliputi infeksi menular seksual karena Infeksi bakteri dan virus. Infeksi ini bisa ditularkan melalui hubungan seksual, contohnya seperti penyakit gonore, herpes, atau klamidia.

Hal yang perlu anda ketahui bahwa servisitis juga bisa muncul karena reaksi alergi. Misalnya alergi lateks atau spermisida kontrasepsi di dalam kondom. Reaksi terhadap produk kebersihan wanita, seperti douche atau deodoran feminin juga dapat menyebabkan servisitis. Selain alergi, servisitis juga bisa disebabkan akibat pertumbuhan bakteri yang berlebihan pada vagina.

Tanda dan Gejala Servisitis

Servisitis bisa saja tidak menimbulkan gejala dan hanya diketahui pada saat pemeriksaan dengan gejala yang meliputi:

  1. Keputihan verwarna kuning atau putih.
  2. Adanya perdarahan ringan, kotoran vagina berwarna merah muda atau kecoklatan.
  3. Terasa sakit di area vagina.
  4. Sakit ketika sedang melakukan hubungan seksual.

Faktor Resiko Terkena Infeksi Serviks

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami servisitis adalah sebagai berikut:

  1. Sering berhubungan seksual yang tidak aman.
  2. Pernah mempunyai riwayat penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.
  3. Mengidap peradangan pada saluran serviks.
  4. Memiliki sistem kekebalan vagina bawaan, karena sakit atau pengobatan medis lainnya (seperti transplantasi organ untuk mengobati rheumatoid arthritis).

Diagnosis Servisitis

Selain tanda dan gejala yang didapat dari anamnesis, pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk menunjang diagnosis yaitu pemeriksaan panggul dengan memasukkan kedua jari ke dalam liang vagina untuk mencari kelainan. Selama pemeriksaan berlangsung ini, dokter kelamin biasanya memeriksa organ panggul untuk area pembengkakan dan nyeri tekan.

Prosedur pemeriksaan lainnya dapat dengan bantuan spekulum dengan melihat dinding vagina bagian atas, bawah, dan leher rahim. Selain itu, dapat dikumpulkan koleksi spesimen, menggunakan kapas kecil atau sikat untuk menghapus sampel cairan vagina dan vagina dengan lembut, kemudian dikirim sampel ke laboratorium untuk menguji infeksi. Tes laboratorium dapat dilakukan pada sampel urine untuk melihat tanda infeksi.

Bagaimana Cara Pengobatannya

Dokter kelamin biasanya akan memberikan pengobatan servisitis berdasarkan penyebabnya. Servisitis yang disebabkan oleh klamidia, gonore, atau infeksi trikomoniasis membutuhkan antibiotik. Karena antibiotik dapat membunuh semua bakteri yang berbahaya maupun yang bermanfaat dalam vagina dan rahim, juga mengurangi kekebalan vagina, pasien sebaiknya tidak menggunakan antibiotik terlalu banyak.

Obat antivirus dapat membantu mengobati jika penyebabnya adalah virus. Namun, obat ini tidak dapat menyembuhkan infeksi virus. Obat ini hanya bekerja untuk mengontrol dan mengurangi gejala.

Klinik kulit kelamin
Penyebab Eksim Kering

Baca juga : Perbedaan Gejala Klamidia Bagi Pria dan Wanita