penyakit-kelamin-pada-wanita
penyakit-kelamin-pada-wanita

Penyakit Menular Seksual Baru yang Mungkin Jarang Diketahui

Diposting pada

Penyakit menular seksual memang menjadi ancaman bagi semua orang dan seiring dengan perkembangan dari waktu ke waktu, tidak hanya teknologi yang mengalami perkembangan. Dari sisi lain seperti dari sisi medis juga mengalami perkembangan dengan munculnya penyakit-penyakit baru.

Bahwa penyakit baru yang berkembang ialah penyakit menular seksual. Kondisi seperti ini perlu diwaspadai, jika diperlukan melakukan pemeriksaan dini terkait kondisi kesehatan seksual pada dokter kelamin terdekat secara langsung.

Faktor resiko terinfeksi penyakit menular seksual

Semua orang berpotensi terinfeksi penyakit menular seksual oleh karenanya Anda harus lebih memperhatikan penularannya. Penyakit ini memiliki banyak faktor penyebab. Menurut Mayo Clinic, melakukan hal berikut akan meningkatkan kemungkinan penularan:

Siapa pun yang melakukan aktivitas seksual berisiko tertular penyakit menular seksual atau IMS. Beberapa penyebab dapat menimbulkan bahaya tersebut, seperti:

  • Aktivitas seksual tanpa pelindung (kondom). Risiko tertular IMS sangat meningkat dengan penetrasi vagina atau dubur oleh pasangan yang terinfeksi yang tidak memakai kondom lateks. Risiko juga dapat meningkat dengan penggunaan kondom yang tidak tepat atau tidak konsisten.
  • Berhubungan seks dengan berganti-ganti pasangan. Risiko Anda meningkat semakin banyak orang yang melakukan kontak seksual dengan Anda.
  • Memiliki riwayat IMS. Ketika satu IMS hadir, jauh lebih mudah bagi yang lain untuk menyebar.
  • Dipaksa melakukan hubungan seksual. Menghadapi pemerkosaan atau penyerangan bisa beresiko terinfeksi PMS, tetapi sangat penting untuk mengunjungi dokter kelamin terdekat sesegera mungkin untuk menerima skrining, perawatan, dan dukungan emosional.
  • Penyalahgunaan alkohol atau penggunaan narkoba. Penyalahgunaan zat-zan dalam alkohol atau narkoba membuat Anda lebih cenderung bersedia dalam perilaku yang beresiko tertular PMS.
  • Obat suntik. Banyak penyakit berbahaya, seperti HIV dan hepatitis, menyebar melalui berbagi jarum suntik.
  • Anak mudah dengan rentang usia antara 15 dan 24 merupakan setengah dari kasus infeksi menular seksual.

4 penyakit menular yang harus diketahui

penyakit menular seksual

Mungkin beberapa penyakit menular seksual ini tak sepopuler seperti penyakit gonore atau kencing nanah, kutil di area kelamin dan hiv/aids. Namun tetap saja penyakit ini mempunyai bahaya yang patut diwaspadai oleh semua orang. Apa saja penyakit menular seksual yang perlu diwaspadai, antara lain:

Limfogranuloma venereum

Limfogranuloma venereum merupakan infeksi menular seksual yang terjadi akibat adanya bakteri Clamydia trachomatis tertentu. Penyakit ini ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada kelenjar gerah bening pada area lipatan paha.

Munculnya luka dibagian kelamin seperti jerawat yang dapat sembuh dengan sendirinya. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini akan menyebabkan terjadinya komplikasi seperti pembesaran organ vital dan juga tersumbatnya sistem pembuluh getah bening.

Gejala yang muncul dari penyakit limfogranuloma venereum ini bergantung pada tahapannya. Pada tahap ke-1 gejalanya seperti:

  • Munculnya luka pada alat vital
  • Adanya lesi yang hampir mirip dengan lesi herpes
  • Peradangan pada saluran kencing
  • Juga pembesaran kelenjar getah bening pada area lipatan paha

Pada tahap ke-2, gejala yang muncul seperti:

  • Nyeri pada persendian
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Pembesaran kelenjar getah bening pada area yang lainnya.

Pada tahap terkahir, adanya infeksi pada anus, usus besar, sembelit dan juga keinginan untuk selalu buang air besar.

Mycoplasma genitalium

Selanjutnya yaitu mycoplasma genitalium, jenis bakteri ini penyebab penyakit menular seksual yang sering menyerang ramaja dan juga dewasa muda. Penularan infeksi ini tidak hanya melalui hubungan sesksual baik oral, anal ataupun vaginal. Seseorang dapat tertular infeksi ini hanya dengan menggesekkan alat kelamin pada pasangan yang sudah terinfeksi.

Waspadai karena infeksi ini sering terjadi tanpa gejala, mycoplasma genitalium dicirikan mirip dengan gonore ataupun klamidia. Hal tersebut dikarenakan dapat memicu terjadinya ketidaksuburan dan juga pembengkakan pada panggul wanita.

Neisseria meningitidis

Selain LGV dan mycoplasma genotalium, ada juga Neisseria meningitidis yang disebut dengan meningococcus. Penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya infeksi pada otak meningitis, dan juga infeksi selaput yang melindungi saraf tulang belakang.

Waspadai karena penyakit menular seksual ini bisa dikatakan berbahaya, dengan gejala yang biasa muncul seperti flu dan berkembang pesat menjadi septikemia fulminan yang berujung pada kematian.

Beberapa kasus gejala lainnya yang dapat muncul, seperti demam akut, mual, mialgia dan juga artalgia. Adapun ruam kulit yang muncul pada beberapa kasus, dan juga infeksi yang lebih parah dapat menyebabkan syok, akrosianosis dan juga kegagalan multi-organ.

Shigella flexneri

Shigella flexneri atau shigellosis, penyakit yang ditularkan secara langsung ataupun tidak langsung seperti melalui feses manusia yang sudah terkontaminasi. Gejala yang umumnya muncul akibat dari infeksi ini seperti kram perut parah yang disertai diare berdarah dan juga mengeluarkan nanah.

Tentu saja penyakit ini menular juga melalui hubungan seksual anal dan juga oral. Seseorang yang sudah terinfeksi penyakit ini bisa saja tidak mengalami gejala apapun, namun tetap bisa menularkan infeksi ini pada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *