Pencegahan Penularan Hepatitis Melalui Hubungan Intim

Diposting pada
penularan hepatitis

Penularan hepatitis melalui hubungan intim bisa melalui kondom karena kondom ini tidak cukup digunakan sebagai alat untuk pencegahan penularan hepatitis. Saat melepas kondom yang telah terinfeksi virus HAV saat seks anal, virus tersebut bisa saja menempel dan berpindah ke tangan.

Hepatitis adalah penyakit yang menyerang organ hati atau liver yang mengakibatkan terjadinya peradangan yang disebabkan oleh virus. Penyakit hepatitis ini dapat mudah menular kepada orang lain karena disebabkan oleh infeksi virus. Penularannya bisa saja melalui berbagi makanan antara orang yang menderita hepatitis dengan orang lain, berbagi jarum suntik, dan berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi virus hepatitis.

Gejala yang dialami orang ketika terinfeksi hepatitis

Diawal terinfeksi virus ini orang biasanya tidak merasakan gejala sampai saat virus ini merusak fungsi dari hari. Gejala hepatitis akan mulai terasa ketika seseorang telah melewati masa inkubasi yaitu sekitas 2 minggu sampai 6 bulan. Gejala penyakit hepatitis ini cukup banyak dan bervariasi, diantaranya seperti:

  • Warna kulit orang yang terinfeksi dapat berubah menjadi kuning.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Penurunan kesadaran.
  • Urin berwarna keruh.
  • Berat badan mulai menurun.
  • Mudah merasakan lelah.
  • Nyer pada persendian.

Jika virus hepatitis ini tidak cepat ditangani oleh dokter, gangguan pada fungsi hati akan semakin parah dan rusak, bahkan bisa saja mengakibatkan organ hati menjadi semakin keras atau kanker hati.

Cara mencegah penularan hepatitis melalui hubungan intim

Dengan melakukan cara ini diharapkan kamu dapat menurunkan resiko terinfeksi oleh virus hepatitis, seperti:

  1. Melakukan vaksin HAV dan HBV untuk mengantisipasi penularan.
  2. Bersikap terbuka untuk menceritakan pada pasangan jika kamu terinfeksi hepatitis, agar tidak menularkan pada pasangan.
  3. Cari tahu apa risiko hepatitis pada pasangan dan ajak ia berkonsultasi ke dokter mengenai pemeriksaan kesehatan bersama.
  4. Jangan lupakan alat pelindung kondom saat berhubungan seks, ketika kamu atau pasangan terinfeksi virus hepatitis.
  5. Menggunakan pelumas, pilih yang berbahan dasar air untuk mencegah robeknya kondom.
  6. Melakukan seks aman dengan menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan.
  7. Jaga selalu daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi baik dan olah raga secara teratur.
  8. Hindari mengkonsumsi alkohol.

Bagaimana bisa hubungan intim menularkan hepatitis?

Virus yang menyebabkan Hepatitis dibagi menjadi 5 jenis yang nanti akan dijelaskan pada paragraf selanjutnya. Kelima jenis virus tersebut memiliki resiko penularan hepatitis melalui hubungan seks, karena virus hepatitis ini tinggal di dalam cairan tubuh manusia. Cairan tubuh tersebut seperti darah, air mani atau sperma, cairan rektum (pada anus), dan cairan yang terdapat pada vagina. Penularan virus hepatitis ini terjadi ketika terjadi kontak antar cairan tubuh sehingga virusnya pun akan ikut berpindah kepasangannya.

Konsultasikan dengan klinik raphael secara gratis melalui meng-klik gambar dibawah secepatnya karena kami akan berikan solusi yang terbaik.

Pengobatan gonore

Berikut ini adalah penjelasan mengenai kelima jenis infeksi virus hepatitis:

  • Hepatitis A (HAV)

Virus ini ditularkan melalui feses penderita yang penularan hepatitis A (HAV) adalah melalui seks anal. Namun, makanan atau minuman yang terkontaminasi fases ini juga dapat menularkan infeksi hepatitis A.

  • Hepatitis B (HBV)

Virus hepatitis B (HBV) ini dalam penularannya melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, liur, dan lain sebagainya. Bahkan dibanding virus HIV/AIDS penularan HBV jauh lebih beresiko melalui seks.

Baca juga : Ciri Ciri Bakteri Neisseria Gonorrhoeae

  • Hepatitis C (HCV)

Virus ini hidup di dalam darah orang yang terinfeksi. Maka hubungan seks saat menstruasi dapat meningkatkan risiko penularan hepatitis C. Hepatitis C ini dapat juga ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom atau melalui jarum suntik yang telah dipakai oleh orang yang terinfeksi. Seorang ibu yang sedang hamil juga dapat menularkan hepatitis C pada saat proses melahirkan bayinya.

  • Hepatitis D (HDV)

Meskipun hepatitis D ini dapat dikatakan jarang terjadi karena hepatitis D tidak akan berkembang biak didalam tubuh tanpa adanya hepatitis B tetapi virus ini bisa menjadi serius.

  • Hepatitis E (HEV)

Lingkungan dengan sanitasi yang buruk dapat menyebabkan penularan hepatitis E seperti kontaminasi pada sumber air.

Pengobatan gonore

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *