penyakit kusta
Kusta, juga dikenal sebagai lepra atau penyakit Hansen, adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Jenis Kusta dan Faktor Penyebabnya

Diposting pada

Kusta adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, bakteri yang menyerang kulit dan juga jaringan saraf perifer serta mata dan selaput yang melapisi bagian dalam hidung.

Penyakit kusta pernah ditakuti sebagai salah satu penyakit yang sangat menular dan dapat menimbulkan masalah yang parah. Infeksinya tidak menular dan dapat dilakukan pengobatan untuk membantu mengatasinya.

World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan penyakit kusta menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Pausibasiler : 1-5 lesi, kusta jenis ini dapat menyebabkan rasa baal yang jelas dan menyerang satu sabang saraf.
  • Multibasiler : Lebih dari 5 lesi, kusta multibasiler ini tidak seperti pausibasiler, kusta ini menyebabkan rasa baal yang tidak jelas dan juga menyerang banyak cabang saraf.

Penyebab Penyakit Kusta atau Lepra

Penyebab penyakit kusta yaitu karena Mybcobacterium leprae, sejenis bakteri yang tumbuh dengan lambat. Penularan kusta ini bisa melalui adanya kontak kulit yang lama dan juga erat dengan seseorang yang mengidap penyakit ini.

Selain itu, kusta juga dapat ditularkan lewat inhalasi atau menghirup udara saat pengidapnya bersin ataupun batuk. Hal ini dikarenakan bakteri penyebab kusta dapat hidup beberapa hari dalam bentuk droplet di udara.

Namun perlu diketahui bahwa penyakit kusta bukanlah penyakit yang mudah untuk menular.

Gejala Penyakit Kusta

Kusta dapat memengaruhi kulit dan juga saraf diluar otak dan sumsum tulang belakang, yang disebut juga dengan saraf perifer.

Gejala dari penyakit kusta atau lepra ini dapat menyerang mata dan juga jaringan tipis yang melapisi hidung bagian dalam.

Untuk gejala utama dari kusta yaitu adanya bercak perubahan warna menjadi lebih putih dan juga lesi di kulit yang berbentuk benjolan.

Lesi ini tidak hilang setelah beberapa minggu atau lebih, lesi pada kulit juga disertai dengan gejala kebas pada bagian tersebut dan melemahnya otot.

Selain itu, ada beberapa jenis kusta yang menimbulkan gejala-gejala yang berbeda, yaitu:

  • Tuberkuloid merupakan jenis kusta yang paling ringan. Tipe ini hanya memiliki satu atau beberapa bercak datar berwarna pucat. Daerah kuit yang terkena dapat mati rasa dikarenakan terjadinya kerusakan saraf dibawahnya.
  • Lepromatosa, Jenis kusta ini lebih parah, hal ini karena pengidap kusta akan memiliki benjolan luas di kuit dan juga ruam, mengalami mati rasa, dan terjadi kelemahan otot. Selain itu juga, hidung, ginjal, dan organ reproduksi pada laki-laki dapat terpengaruh.
  • Boderline pada jenis kusta ini, pengidap memiliki gejala gabungan dari kusta jenis tuberkuloid dan juga jenis lepromatosa.

Faktor Resiko Kusta

kusta adalah

Adapun beberapa fakor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kusta, antara lain:

  • Tinggal di wilayah endemik penyakit kusta.
  • Mmiliki riwayat kelainan genetik pada sistem imun.
  • Kontak fisik dengan hewan penyebar bakteri kusta atau orang yang terinfeksi.
  • Adanya kontak erat dan berulang dengan seseorang yang mengidap penyakit ini yang tidak diobati dalam waktu lama.

Baca juga: Penyakit kulit vitiligo

Diagnosis Penyakit Kusta

Untuk memastikan adanya gangguan pada kulit dan saraf yang disebabkan oleh kusta atau tidak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti berikut ini:

  • Serologis, pemeriksaan ini didasarkan atas terbentuknya antibodi pada tubuh seseorang akibat infeksi.
  • Histopatologis, pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat adanya perubahan jaringan dikarenakan infeksi.
  • Bakterioskopik, pemeriksaan ini diambil dari kerokan jaringan kulit di beberapa tempat yang kemudian akan diperiksakan dibawah mikroskop untuk melihat adanya bakteri lepra.

Setelah mengindentifikasi gejala utama dari kusta, yaitu lesi kulit yang mati rasa, penebalan saraf tepi, dan hasil bakterioskopik positif, dokter dapat memastikan diagnosisnya.

Lalu diagnosis ditegakkan maka tindakan pengobatan yang tepat bisa ditentukan, sehingga masalah yang terjadi dapat teratasi dengan baik.

Komplikasi Akibat Penyakit Kusta

penyakit kusta adalah

Jika infeksi penyakit kusta atau lepra ini ini tidak segera diobati dengan tepat maka akan memungkinkan muncul komplikasi, seperti:

  • Gagal ginjal
  • Kebutaan atau galukoma
  • Ketidakmampuan untuk melenturkan kaki
  • Melemahnya otot yang mengarah ke tangan
  • Disfungsi ereksi dan juga kemandulan pada pria
  • Disfigurasi wajah, termasuk pembengkakan permanen dan juga benjolan
  • Kerusakan permanen pada saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang
  • Cacat progresif atau kerusakan permanen pada bagian hidung, alis atau pun jari kaki

Rusaknya saraf juga dapat menyebabkan seseorang kehilangan indra perasa. Masalah ini dapat menyebabkan tidak dapat merasakan sakit saat terluka, terbakar atau bahkan mengalami cedera pada bagian tubuh.

Bagaimana Cara Mencegah Kusta

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terinfeksi kusta, yaitu dengan menghindari kontak erat dalam jangka panjang pada seseorang yan sudah terinfeksi tetapi tidak diobati.

Juga, menghindari daerah yang mengalami endemik dari penyakit kusta.

Beberapa upaya pencegahan lainnya yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
  • Meningkatkan imunitas tubuh dengan menerapkan hidup sehat
  • Mendeteksi kusta sejak dini pada anggota keluarga atau orang terdekat yang mengalami gejala mencurigakan

Pastikan untuk melakukan pemeriksaan dini jika mengalami gejala dari penyakit ini, dan segera mendapatkan pengobatan maupun mencegah penularan pada orang lain.

Pengobatan Penyakit Kusta

Pengobatan kusta umumnya menggunakan kombinasi beberapa jenis antibiotik yang diberikan selama enam bulan hingga satu tahun. Jenis dan durasi pengobatan akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan kusta.

Deteksi dini menjadi kunci keberhasilan pengobatan kusta. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter kulit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

konsultasi dokter online
Konsultasi gratis (WhatsApp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *