Vagina nyeri saat haid bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem reproduksi yang perlu kamu perhatikan.
Nyeri saat haid sering kali dianggap wajar oleh banyak wanita. Namun, jika rasa nyeri terasa menusuk di area vagina, berlangsung lama, atau semakin parah setiap bulan, kondisi ini tidak boleh diabaikan.
Agar tidak salah mengartikan, penting untuk memahami penyebab vagina nyeri saat menstruasi, gejala yang menyertainya, serta kapan harus berkonsultasi ke dokter kelamin terdekat.
Apa Nyeri Vagina Saat Haid Itu Normal?
Pada sebagian wanita, rasa tidak nyaman di area vagina saat haid masih tergolong normal, terutama jika penyebabnya akibat kontraksi rahim.
Dokter kandungan Dr. Pav Nanayakkara dari Klinik Jean Hailes menjelaskan bahwa tidak ada kondisi kesehatan atau penyakit yang mendasari yang menyebabkan jenis nyeri haid ini. “Itu hanya bagaimana tubuh Anda bereaksi selama haid,” katanya.
Namun, nyeri yang berlebihan, tajam, atau terasa seperti terbakar bisa menandakan kondisi medis tertentu.
Jika nyeri sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan kamu anggap sebagai hal yang sepele.
Penyebab Vagina Nyeri Saat Haid
Yuk kita bahas beberapa penyebab umum vagina terasa nyeri saat menstruasi agar kamu paham dan bisa segera melakukan langkah yang tepat dalam mengatasinya.
Kontraksi rahim yang kuat (kram)
Saat haid, rahim berkontraksi untuk meluruhkan dinding rahim, kontraksi ini bisa menekan saraf sekitar vagina sehingga menimbulkan rasa nyeri.
Biasanya nyeri terjadi pada awal haid serta kram perut bawah dan akan berkurang dalam 1 sampai 2 hari.
Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan mirip dinding rahim tumbuh di luar rahim. Ini merupakan salah satu penyebab nyeri haid berat yang menjalar hingga vagina.
Gejala seperti rasa nyeri hebat saat haid atau saat berhubungan intim dan haid sangat nyeri dan lama.
Infeksi vagina atau leher rahim
Infeksi jamur, bakteri, atau infeksi menular seksual (IMS) bisa menyebabkan vagina terasa nyeri, terutama saat haid karena area intim menjadi lebih sensitif.
Gejala yang nuncul seperti:
- Bau tidak sedap.
- Vagina gatal atau panas.
- Keputihan tidak normal.
- Perih atau nyeri pada vagina.
Perubahan hormon
Hormon mempunyai peran yang besar selama masa menstruasi. Ketika kadarnya terlalu rendah maka bisa menyebabkan iritasi, kekeringan atau sensitivitas vagina.
Perubahan hormon ini juga bisa mempengaruhi aliran darah ke area panggul sehingga menyebabkan sensai tersumbat.
Selain itu, perubahan hormonal dapat membuat jaringan vagina lebih tipis dan lebih halus, meningkatkan sensitivitas dan iritasi.
Kekeringan pada vagina
Tidak hanya terjadi pada masa menopause, kering pada vagina juga dapat terjadi selama menstruasi akibat perubahan hormon.
Saat masa menstruasi, vagina mengalami masalah kelembapan atau lebih kering dari biasanya. Sehingga ketika terjadi gesekan dengan pembalut atau bahkan cuma karena aktivitas seperti biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman.
Vaginitis
Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang penyebabnya akibat adanya infeksi jamur (Candida), parasit (Trichomoniasis) atau perubahan pH saat menstruasi, gejalanya seperti:
- Nyeri vagina.
- Rasa terbakar.
- Keputihan berwarna dan berbau.
Vulvodynia
Kondisi ini menyebabkan nyeri kronis pada area vulva dan vagina tanpa penyebab yang jelas. Saat haid, nyeri bisa terasa lebih intens.
Saraf di sekitar vulva menjadi lebih hipersensitif pada saat menstruasi, yang mengakibatkan muncul rasa nyeri terus-menerus.
Nyeri pada vagina ini biasanya:
- Berlangsung lama.
- Seperti terbakar atau tertusuk.
- Tidak selalu terlihat secara fisik.
Penggunaan pembalut yang tidak cocok
Selanjutnya pembalut dengan bahan tertentu atau pewangi bisa memicu iritasi dan menyebabkan vagina terasa nyeri saat haid.
Hal ini sering terjadi pada wanita dengan kulit sensitif.
Penyakit radang panggul (PID)
Penyakit radang panggul menjadi infeksi serius pada organ reproduksi yang sering berawal dari infeksi menular seksual (IMS), adapun gejalanya berupa:
- Nyeri vagina dan perut bawah.
- Sakit saat haid dan setelahnya.
- Demam atau keputihan tidak normal.
Kesimpulan
Vagina nyeri saat haid tidak selalu normal, kondisi ini bisa karena kontraksi rahim, infeksi, gangguan hormon, hingga penyakit tertentu seperti endometriosis.
Mengenali penyebabnya sejak awal sangat penting agar penanganan bisa kamu lakukan dengan tepat dan aman.
Jika nyeri haid terasa tidak wajar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Klinik Raphael agar mengetahui penyebab pastinya dan mendapat penanganan yang tepat.
Sumber referensi:
Rael. “Why Does My Vagina Hurt During My Period? 7 Reasons Why”. https://www.getrael.com/blogs/r-blog/why-does-my-vagina-hurt-on-my-period. Accessed on February 6, 2026.
Jean Hailes. “The different types of period pain – and what the pain might mean”. https://www.jeanhailes.org.au/news/different-types-of-period-pain-and-what-they-might-mean. Accessed on February 6, 2026.




