Tidak sunat pada pria apakah berbahaya? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama pada pria dewasa yang belum menjalani sunat atau orang tua yang sedang mempertimbangkan sunat untuk anak laki-lakinya.
Secara medis, pria yang tidak disunat tidak selalu mengalami masalah kesehatan. Namun, pada beberapa kondisi, kulup penis yang menutupi kepala penis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika kebersihannya tidak terjaga dengan baik.
Lalu, apa saja risiko jika tidak sunat pada pria? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Daftar Isi
- 1 Apa Itu Sunat?
- 2 Apakah Tidak Sunat Selalu Berbahaya?
- 3 Risiko Jika Tidak Sunat pada Pria
- 3.1 1. Penumpukan smegma
- 3.2 2. Risiko infeksi pada kepala penis (balanitis)
- 3.3 3. Risiko infeksi saluran kemih
- 3.4 4. Fimosis (sulit menarik kulup)
- 3.5 5. Parafimosis
- 3.6 6. Risiko penyakit menular seksual lebih tinggi
- 3.7 7. Risiko iritasi atau peradangan berulang
- 3.8 8. Potensi risiko gangguan pada pasangan
- 4 Kapan Harus Mempertimbangkan Sunat?
- 5 Konsultasikan Sekarang dengan Klinik Raphael
- 6 Kesimpulan
Apa Itu Sunat?
Sunat atau sirkumsisi adalah prosedur medis untuk mengangkat sebagian atau seluruh kulup penis, yaitu kulit yang menutupi kepala penis.
Tujuan sunat bukan hanya karena alasan budaya atau agama, tetapi juga dapat membantu menjaga kebersihan area genital dan menurunkan risiko beberapa masalah kesehatan tertentu.
Karena bagi sebagian pria, sunat sering dianggap hanya tradisi, budaya, atau bagian dari keyakinan. Ada juga yang berpikir, “Kalau tidak ada keluhan, berarti tidak masalah.”
Padahal dari sisi kesehatan, tidak menjalani sunat pada kondisi tertentu bisa membawa risiko yang bukan hanya berdampak pada fisik, tetapi juga perlahan memengaruhi kondisi emosional, rasa percaya diri, hingga kualitas hubungan dengan pasangan.
Apakah Tidak Sunat Selalu Berbahaya?
Jawabannya, tidak selalu.
Pada beberapa pria, kulup yang terlalu sempit atau tidak bisa menarik kulup dengan baik (phimosis) dapat menyebabkan nyeri saat ereksi, sulit membersihkan area kepala penis, bahkan rasa sakit saat berhubungan intim.
Kondisi seperti ini bukan hanya mengganggu fisik, tetapi juga dapat membuat seseorang mulai menghindari keintiman karena takut sakit, takut mengecewakan pasangan, atau takut menganggapnya memiliki masalah seksual.
Ada juga risiko peradangan pada kepala penis (balanitis), infeksi berulang, hingga gangguan saluran kemih pada sebagian kasus.
Ketika keluhan datang berulang dan tidak kunjung mengatasinya, bisa menyebabkan frustrasi, mudah overthinking, bahkan terus-menerus memeriksa kondisi organ intimnya karena khawatir ada sesuatu yang semakin buruk.
Banyak pria yang tidak disunat tetap sehat dan tidak mengalami gangguan. Namun, kondisi ini sangat bergantung pada:
- Kebersihan area kelamin.
- Bentuk dan elastisitas kulup.
- Kebiasaan merawat organ intim.
- Aktivitas seksual dan faktor kesehatan lainnya.
Jika kebersihan kurang terjaga, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat.
Risiko Jika Tidak Sunat pada Pria
Berikut beberapa risiko kesehatan yang lebih sering terjadi pada pria yang belum sunat.
1. Penumpukan smegma
Salah satu masalah paling umum pada pria yang belum sunat adalah penumpukan smegma.
Saat kulup atau kulit penutup kepala penis tidak membersihkannya dengan optimal, sisa urine, keringat, minyak alami kulit, dan sel kulit mati bisa menumpuk dan membentuk smegma.
Smegma adalah campuran dari:
- Keringat.
- Sisa urine.
- Sel kulit mati.
- Minyak alami kulit.
Oleh karenanya jika kamu tidak membersihkan secara rutin, smegma dapat menumpuk di bawah kulup.
Berikut gejala yang mungkin muncul:
- Gatal.
- Iritasi.
- Kemerahan.
- Bau tidak sedap.
- Rasa tidak nyaman.
- Warna putih kekuningan.
Sehingga jika kamu biarkan kondisi seperti ini terus menerus, smegma dapat memicu infeksi.
2. Risiko infeksi pada kepala penis (balanitis)
Kemudian kulup yang sulit dibersihkan dapat menciptakan lingkungan lembap yang memudahkan bakteri dan jamur berkembang.
Kondisi ini dapat menyebabkan balanitis, yaitu peradangan pada kepala penis, gejalanya meliputi:
- Bengkak.
- Bau tidak sedap.
- Gatal atau perih.
- Kepala penis kemerahan.
- Nyeri saat buang air kecil.
Karena balanitis bisa terjadi berulang jika kebersihan kurang terjaga.
3. Risiko infeksi saluran kemih
Meski bisa terjadi pada siapa saja, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang belom sunat memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih, terutama jika kebersihan area genital kurang baik.
Berikut gejala yang sering muncul:
- Urine keruh.
- Anyang-anyangan.
- Perih saat buang air kecil.
- Frekuensi kencing meningkat.
4. Fimosis (sulit menarik kulup)
Fimosis adalah kondisi ketika kulup penis terlalu sempit dan sulit untuk menariknya ke belakang.
Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Nyeri saat ereksi.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Sulit membersihkan penis.
- Tidak nyaman saat berhubungan intim.
Fimosis lebih sering terjadi pada pria yang belum melakukan sunat.
5. Parafimosis
Parafimosis terjadi ketika kulup sudah tertarik ke belakang tetapi tidak bisa kembali ke posisi semula.
Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Nyeri hebat.
- Pembengkakan.
- Gangguan aliran darah ke penis.
Parafimosis termasuk kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera.
Misalnya beberapa studi menunjukkan bahwa pria yang belum sunat mungkin memiliki risiko lebih tinggi terpapar infeksi tertentu jika melakukan hubungan seksual berisiko.
Karena hal ini berkaitan dengan:
- Penumpukan bakteri atau virus.
- Potensi luka mikro pada jaringan.
- Area bawah kulup yang lebih lembap.
Karena itu, kebersihan dan seks aman tetap sangat penting.
7. Risiko iritasi atau peradangan berulang
Kulup yang tertutup dapat lebih mudah mengalami:
- Infeksi jamur.
- Peradangan kulit.
- Iritasi karena keringat.
- Gesekan dengan pakaian.
Keluhan ini bisa menimbulkan rasa gatal, perih, atau muncul bintik merah.
8. Potensi risiko gangguan pada pasangan
Jika kebersihan organ intim kurang baik, bakteri atau jamur dapat lebih mudah berpindah saat berhubungan intim, yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi pada pasangan.
Karena itu, menjaga kebersihan organ reproduksi sangat penting, baik bagi badan sendiri maupun pasangan.
Kapan Harus Mempertimbangkan Sunat?
Jadi kamu dapat pertimbangkan untuk melakukan sunat jika mengalami beberapa kondisi seperti:
- Nyeri saat ereksi.
- Fimosis atau parafimosis.
- Infeksi berulang pada penis.
- Sulit menjaga kebersihan area kulup.
- Gangguan saat buang air kecil atau berhubungan intim.
Konsultasi dengan dokter Klinik Raphael untuk dapat membantu menentukan apakah kamu perlu melakukan sunat segera.
Konsultasikan Sekarang dengan Klinik Raphael
Jadi jika kamu mengalami kulup sulit ditarik, penis sering gatal, bau tidak sedap, nyeri saat ereksi, atau infeksi berulang? Jangan tunggu sampai keluhan semakin mengganggu aktivitas dan kehidupan seksual.
Klinik Raphael siap membantu dengan layanan kesehatan pria yang profesional, nyaman, dan menjaga privasi pasien.
Semakin cepat diperiksa, semakin cepat mendapatkan solusi yang tepat.
Reservasi sekarang untuk menanyakan tentang layanan sunat dewasa di cikarang dengan tim medis Klinik Raphael dengan cara meng-klik gambar berikut ini.
Kesimpulan
Tidak sunat pada pria tidak selalu berbahaya, tetapi dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan seperti penumpukan smegma, infeksi, fimosis, hingga iritasi berulang terutama jika kebersihan area genital kurang terjaga.
Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan organ intim dan melakukan pemeriksaan jika muncul keluhan.
Jika terdapat masalah berulang atau gangguan fungsi, sunat dapat menjadi salah satu solusi medis yang bisa dipertimbangkan.
Kemudian yang perlu kamu pahami, sunat bukan sekadar prosedur fisik. Bagi banyak pria, ini juga berkaitan dengan kenyamanan, kebersihan, kesehatan reproduksi, dan rasa percaya diri dalam jangka panjang.
Menunda pemeriksaan karena malu sering kali justru membuat masalah berkembang lebih jauh.
Sehingga dengan mengenali risiko sejak dini, berkonsultasi dengan tenaga medis, dan mengambil keputusan yang tepat adalah bentuk kepedulian terhadap tubuh, pasangan, dan kualitas hidup.
Referensi:
- Sunat Surgero. (2024). Takut Sunat? Ini Risikonya Jika Tidak Melakukannya. https://sunatsurgero.com/risiko-jika-tidak-sunat/
- Rumah Sunatan. (2021). Akibat Tidak Sunat, Ternyata Banyak Risikonya!. https://rumahsunatan.com/akibat-tidak-sunat-ternyata-banyak-risikonya/
- Hello Sehat. (2025). Risiko yang Mungkin Dihadapi Jika Laki-Laki Tidak Sunat. https://hellosehat.com/pria/penis/risiko-pria-tidak-sunat/




