kista-epidermoid

Kista Epidermoid: Ciri-Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diposting pada

Kista epidermoid atau kista inklusi epidermal adalah benjolan jinak yang terbentuk di bawah kulit dan berisi keratin, yaitu protein alami yang juga menyusun kulit, rambut, dan kuku.

Penyakit ini terbentuk akibat penumpukan sel kulit mati yang seharusnya terkelupas, tetapi justru terperangkap di bawah permukaan kulit.

Munculnya benjolan pada kulit sering kali menimbulkan rasa khawatir, salah satu penyebab yang cukup sering terjadi yaitu penyakit kista epidermoid.

Meski umumnya tidak berbahaya, kista ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga infeksi jika tidak kamu tangani dengan tepat.

Karena itu, penting untuk mengenali apa itu kista epidermoid, penyebabnya, serta cara penanganannya.

Kebanyakan orang sering menyalahartikan sebagai kista sebasea, padahal keduanya berbeda karena kista epidermoid lebih umum dan bisa muncul pada area tubuh manapun.

Ciri-Ciri Kista Epidermoid

Kista ini biasanya tumbuh lambat dan mengandung material kental berwarna kekuningan atau keratin, dan dapat menyebabkan gejala akibat peningkatan tekanan pada struktur otak.

Ukuran kista epidermoid dapat berkisar dari setengah inci hingga beberapa inci. Beberapa kista bisa mempunyai pori pori yang membesar pada area tengahnya.

Kista epidermoid memiliki ciri khas yang cukup mudah kamu kenali, antara lain:

  • Tumbuh perlahan.
  • Benjolan bulat di bawah kulit.
  • Tekstur kenyal atau terasa lunak.
  • Biasanya tidak nyeri, kecuali terinfeksi.
  • Warna kulit normal atau sedikit kekuningan.
  • Mungkin mengalami peradangan atau kemerahan.
  • Kadang mengeluarkan cairan putih kental berbau tidak sedap jika pecah.

Penyakit kista ini sering muncul pada wajah, leher, punggung, dada, dan area kelamin.

Penyebab Kista Epidermoid

Penyebab pasti dari penyakit kista epidermoid ini belum sepenuhnya dipahami, namun akibat dari folikel rambut yang tersumbat.

Berikut beberapa faktor yang dapat memicu terbentuknya kista epidermoid meliputi:

  • Penyumbatan folikel rambut menyebabkan sel kulit mati menumpuk di bawah kulit.
  • Produksi keratin yang berlebihan akan terperangkap dan membentuk kantong kista.
  • Luka atau trauma ringan bisa mengganggu proses regenerasi kulit dan memicu pembentukan kista.
  • Beberapa orang memiliki kecenderungan dari faktor genetik lebih tinggi untuk mengalami kista epidermoid.

Baca juga: Kista Dermoid

Apakah Kista Epidermoid Berbahaya?

Sebagian besar kista epidermoid tidak berbahaya dan bersifat jinak, namun dalam kondisi tertentu kista bisa:

  • Mengalami infeksi.
  • Mengganggu penampilan.
  • Menimbulkan nyeri dan kemerahan.
  • Pecah dan mengeluarkan cairan berbau.

Infeksi akibat peradangan ini dapat menyebar ke jaringan sekitarnya atau, dalam kasus ekstrem, ke aliran darah.

Jika kamu biarkan, kista juga berisiko tumbuh lebih besar dan sulit untuk pengobatannya.

Bahkan setelah operasi, jika kista tidak terangkat sepenuhnya, kista tersebut dapat tumbuh kembali.

Baca juga: Kista Ateroma

Cara Mengatasi Kista Epidermoid

Penanganan kista epidermoid tergantung pada ukuran dan keluhannya.

  • Jika kecil dan tidak menimbulkan keluhan, dokter mungkin hanya menyarankan pemantauan rutin.
  • Pada kista yang meradang, dokter dapat memberikan pengobatan berupa pemberian antibiotik dan obat antiinflamasi.
  • Pengangkatan kista secara medis menjadi cara paling efektif untuk mencegah kekambuhan.

Perlu kamu ketahui bahwa mencet kista sendiri sangat tidak kami anjurkan karena dapat memperparah infeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika:

  • Kista terasa nyeri.
  • Membesar dengan cepat.
  • Kemerahan dan bernanah.
  • Muncul pada area sensitif seperti wajah atau kelamin.

Penanganan sejak awal akan membantu mencegah komplikasi.

Meski umumnya tidak berbahaya, kista ini tetap perlu kamu perhatikan karena bisa menimbulkan infeksi dan ketidaknyamanan.

Konsultasi dan penanganan medis dengan Klinik Raphael Cikarang adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan kulit.

Klik gambar berikut untuk dapat langsung berkonsultasi online gratis dengan tim dokter kami.

konsultasi dokter kelamin
Konsultasi dokter online gratis

Sumber referensi:

Pasific Brain Tumor Center. “Epidermoid Cyst”. https://www.pacificneuroscienceinstitute.org/. Accessed December 22, 2025.

Cedars Sinai. “Epidermoid Cysts of the Skin”. https://www.cedars-sinai.org/. Accessed December 22, 2025.

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan dari klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *