merawat-area-intim

Kesalahan Merawat Area Intim yang Masih Sering Dilakukan

Diposting pada

Menjaga kebersihan area intim adalah bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, tanpa disadari masih banyak pria dan wanita yang melakukan kesalahan dalam merawat area intim, bahkan menganggap kebiasaan tersebut sebagai hal yang normal.

Padahal, cara merawat area intim yang kurang tepat bisa memicu berbagai keluhan, mulai dari bau tidak sedap, gatal, iritasi, infeksi jamur, infeksi bakteri, hingga penyakit pada organ reproduksi.

Lalu, kesalahan apa saja dalam merawat area intim yang masih sering dilakukan? Dan bagaimana cara yang benar agar area intim tetap sehat?

Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Mengapa Perawatan Area Intim Sangat Penting?

Area intim memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan bagian tubuh lainnya, yaitu:

  • Lebih lembap.
  • Mudah berkeringat.
  • Sensitif terhadap bahan kimia.
  • Memiliki banyak lipatan kulit.
  • Tempat berkembangnya bakteri.

Karena itulah area intim membutuhkan perawatan yang tepat, bukan sekadar membersihkan dengan asal-asalan.

Kesalahan Merawat Area Intim yang Masih Sering Terjadi

Berikut beberapa kebiasaan yang masih sering kebanyakan orang lakukan tanpa menyadarinya.

1. Membersihkan area intim dengan sabun yang terlalu keras

Pertama banyak orang berpikir semakin wangi sabun, semakin bersih area intim, padahal penggunaan sabun dengan:

  • Bahan kimia keras.
  • Pewangi berlebihan.
  • Kandungan alkohol tinggi.

Justru dapat mengganggu keseimbangan alami kulit, sehingga menyebabkan risikonya:

  • Gatal.
  • Iritasi.
  • Rasa perih.
  • Perubahan pH alami.
  • Kulit menjadi kering.

Karena area intim sebenarnya tidak membutuhkan produk yang terlalu agresif.

2. Jarang mengeringkan area intim

Setelah mandi atau buang air kecil, beberapa orang langsung memakai pakaian tanpa mengeringkan area intim.

Sementara itu area yang lembap dapat memicu:

  • Iritasi.
  • Rasa gatal.
  • Bau tidak sedap.
  • Pertumbuhan jamur.

Karena kelembapan berlebih adalah salah satu penyebab masalah area intim yang paling sering terjadi.

3. Menggunakan pakaian dalam terlalu ketat

Bahkan pakaian dalam yang terlalu ketat dapat menyebabkan:

  • Gesekan berlebih.
  • Keringat terperangkap.
  • Sirkulasi udara kurang baik.
  • Area intim menjadi lembap.

Sehingga kondisi seperti ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

4. Keseringan menggunakan produk pembersih kewanitaan

Tidak sedikit orang menggunakan sabun pembersih kewanitaan setiap hari, bahkan ada yang sampai beberapa kali dalam sehari.

Bahkan penggunaan berlebihan dapat menyebabkan:

  • Kulit menjadi sensitif.
  • Risiko iritasi meningkat.
  • Berkurangnya bakteri baik.
  • Gangguan keseimbangan pH.

Jadi dalam membersihkan area intim tidak selalu membutuhkan produk khusus, cukup bersihkan dengan air bersih yang mengalir dari depan ke arah belakang.

5. Membersihkan area intim dengan cara yang kurang tepat

Perlu kamu perhatikan bahwa jika salah membersihkan area intim juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, contohnya:

  • Menggosok terlalu kuat.
  • Membersihkan terlalu kasar.
  • Tidak membersihkan lipatan kulit.
  • Membersihkan dari arah belakang ke depan.
  • Tidak membersihkan area bawah kulup pada pria yang belum sunat.

Akibatnya, kotoran dan kelembapan bisa menumpuk.

6. Memakai pakaian basah atau berkeringat terlalu lama

Sementara itu setelah berolahraga, berenang, atau aktivitas berat, banyak orang menunda mengganti pakaian, padahal kondisi lembap dapat memicu:

  • Jamur.
  • Iritasi kulit.
  • Peradangan.
  • Bau tidak sedap.

7. Sembarangan mencukur rambut kemaluan

Contoh lainnya, mencukur rambut kemaluan tanpa teknik yang tepat dapat menyebabkan masalah pada area intim seperti:

  • Folikulitis.
  • Luka kecil.
  • Infeksi bakteri.
  • Benjolan merah.

Terutama jika menggunakan alat cukur yang tidak bersih.

8. Mengabaikan bau atau keluhan pada area intim

Namun tidak sedikit orang menganggap:

  • Gatal ringan.
  • Benjolan kecil.
  • Bau tidak sedap.
  • Cairan abnormal.

Sebagai hal yang biasa dan lumrah, sedangkan kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi.

9. Tidak membersihkan area intim setelah berhubungan intim

Selain itu sisa cairan tubuh, keringat, dan bakteri setelah aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko:

  • Iritasi.
  • Infeksi.
  • Bau tidak sedap.

Kalau setelah melakukan hubungan intim, maka sebaiknya kamu bersihkan area intim atau bisa juga untuk buang air kecil.

Tujuannya agar area intim tidak menjadi lembab dan terhindar dari masalah lainnya.

10. Mengobati sendiri tanpa pemeriksaan

Banyak orang membeli obat atau salep tanpa mengetahui penyebab keluhan, sehingga memberikan risiko seperti:

  • Gejala hilang sementara.
  • Infeksi tidak benar-benar sembuh.
  • Kondisi menjadi lebih sulit ditangani.

Cara Merawat Area Intim dengan Benar

Agar area intim tetap sehat, berikut langkah yang dapat kamu lakukan, seperti:

  • Gunakan produk yang lembut.
  • Ganti pakaian setelah berkeringat.
  • Lakukan pemeriksaan jika muncul keluhan.
  • Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat.
  • Hindari penggunaan produk berpewangi berlebihan.
  • Setelah mandi dan buang air jangan lupa keringkan.
  • Jaga kebersihan sebelum dan sesudah berhubungan intim.
  • Rutin membersihkan area genital menggunakan air bersih.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:

  • Bau tidak sedap.
  • Luka atau benjolan.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Kulit kemerahan atau iritasi.
  • Gatal yang tidak kunjung hilang.
  • Keputihan atau cairan abnormal.

Sehingga pemeriksaan sejak awal muncul gejala yang tidak biasa dapat membantu mencegah komplikasi.

Yuk, Bijak Rawat Area Kewanitaan!

Kesalahan merawat area intim masih sangat sering terjadi, baik pada pria maupun wanita. Mulai dari penggunaan sabun yang tidak sesuai, membiarkan area tetap lembap, hingga mengabaikan gejala awal infeksi.

Bahkan, kebiasaan kecil tersebut bisa berdampak pada kesehatan reproduksi dan kenyamanan sehari-hari.

Merawat area intim dengan benar bukan soal menggunakan banyak produk, tetapi memahami kebutuhan tubuh dan menjaga kebersihan secara tepat.

konsultasi dokter kelamin

Referensi:

CNN Indonesia. 7 Kesalahan Perempuan saat Merawat Area Kewanitaan. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200724124218-255-528509/7-kesalahan-perempuan-saat-merawat-area-kewanitaan

Beauty Jurnal. Kesalahan Umum yang Sebaiknya Enggak Kamu Lakukan saat Merawat Area Kewanitaan. https://www.beautyjournal.id/article/kesalahan-umum-saat-merawat-area-kewanitaan

Republika. Lima Kesalahan Umum Perawatan Vagina. https://ameera.republika.co.id/berita/ppmx3x459/lima-kesalahan-umum-perawatan-vagina

Gambar Gravatar
Penulis artikel kesehatan dari klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *