Kanker Serviks – Pencegahan Gejala dan Pengobatan

Diposting pada

kanker serviks

Kanker serviks adalah pertumbuhan sel tak terkendali (kanker) yang terjadi pada leher rahim. Leher rahim atau serviks merupakan bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Setiap tahun terjadi 250.000 kematian akibat kanker serviks. Di Indonesia, sekitar 52 juta perempuan terancam kanker serviks.

kangker serviks

Faktor Risiko Terkena Kanker Serviks

  1. Usia, perempuan yang berusia 34-50 tahun lebih beresiko terkena kanker serviks.
  2. Melakukan hubungan seks terlalu dini.
  3. Merokok.
  4. Suka bergonta-ganti pasangan dalam hubungan seks.
  5. Sering hamil.
  6. Terinfeksi virus HPV.
  7. Menderita gizi buruk.
  8. Akibat diet yang terlalu ketat.

Gejala Kanker Serviks

  1. Keputihan merupakan hal normal bagi perempuan, tetapi dalam hal ini ada juga keputihan yang abnormal dengan ciri-ciri seperti, cairan kental yang banyak, berbau tidak sedap, berwarna tidak normal, serta timbul rasa gatal dan panas di vagina.
  2. Rasa sakit di area kewanitaan dan paha, pada persendian panggul saat menstruasi, saat buang air besar, maupun saat berhubungan seks.
  3. Keluarnya darah yang sering dari vagina.
  4. Nafsu makan menurun.
  5. Bengkak pada kaki.
  6. Cepat lelah.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Pap Smear

Pap smear dilakukan dengan cara mengambil contoh sel dari leher rahim, kemudian dianalisa untuk mengetahui apakah ada sel kanker, sel prakanker atau tidak.

pap smear

IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)

Asam asetat diusapkan pada leher rahim, setelah sekitar 1 menit jika tidak ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, berarti tiodak ada prakanker. Jika terjadi plak putih dan warna menjadi merah maka dinyatakan positif ada prakanker.

inveksi visual asam asetat

Pengobatan Kanker Serviks

Ada beberapa cara untuk mengobati kanker serviks, diantaranya yaitu :

  1. Operasi disebagian rahim, vagina dan jaringan sekitarnya diangkat melalui operasi. Setelah itu dilakukan pembersihan kelenjar getah bening pada panggul.
  2. Radioterapi yang menggunakan radiasi untuk merusak dan menghambat pembelahan sel-sel kanker.
  3. Radiopartikel, sinar gamma digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker.
  4. Kemoterapi menggunakan obat kimia dimasukkan ke dalam tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker.

Pencegahan Kanker Serviks

  1. Disarankan melakukan Pap Smear secara teratur untuk mengetahui apakah seseorang terkena kanker serviks atau tidak, serta mengetahui risiko terkena kanker serviks.
  2. Vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
  3. Hindari berganti-ganti pasangan, setialah pada pasangan karena virus HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
  4. Jangan terlalu aktif secara seksual di usia muda, jika usia masih terlalu muda (<20 tahun) janganlah melakukan hubungan seksual maupun aktif secara seksual.
  5. Gaya hidup sehat serta jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan alat genital.

Klinik Raphael adalah sebuah klinik yang berlokasi di Bekasi. Klinik ini merupakan pusat dari pengobatan kulit dan kelamin yang memiliki keunggulan tempat yang terjaga privasinya dengan biaya berobat yang terjangkau dan memiliki fasilitas yang memadai dalam melakukan praktek ataupun pengobatannya. Klinik Raphael juga membuka pelayanan kesehatan untuk pengobatan penyakit menular seksual untuk pria maupun wanita.

Lokasi : Jl. MH. Thamrin No. 17, Cibatu, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat 17520.

konsultasi online

Baca juga : Klinik Pengobatan Kutil Kelamin di Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *