Epididimitis merupakan salah satu penyebab nyeri testis paling sering terjadi pada pria, namun masih banyak yang belum menyadarinya.
Hal ini bisa terjadi ketika epididimis atau saluran kecil di belakang testis tempat penyimpanan dan pematangan sperma, mengalami peradangan.
Sehingga dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan skrotum, dan rasa tidak nyaman saat buang air kecil maupun berjalan.
Epididimitis bisa terjadi pada pria dari usia berapa pun, tetapi paling banyak dialami oleh pria berusia 18 sampai 35 tahun yang aktif secara seksual.
Daftar Isi
Penyebab Epididimis
Penyebab utama epididimitis biasanya adalah infeksi, baik dari bakteri maupun virus. Untuk anak-anak yang belum mencapai masa pubertas mulainya infeksi dari ginjal atau kandung kemih.
Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya radang epididimis, antara lain:
Merupakan penyebab paling umum pada pria yang masih muda. Jenis IMS yang dapat menyebabkan epididimitis meliputi:
Bakteri dari uretra dapat menyebar hingga ke epididimis dan menyebabkan peradangan.
Infeksi saluran kemih
Bakteri dari kandung kemih atau uretra bisa naik ke epididimis dan menyebabkan epididimitis.
Lebih sering terjadi pada pria lanjut usia akibat pembesaran prostat atau aliran urin yang tidak lancar.
Cedera atau benturan pada testis
Trauma atau benturan pada area skrotum dapat memicu peradangan. Contohnya karena terlalu lama duduk atau aktivitas olahraga berat yang memberi tekanan pada area skrotum.
Efek samping prosedur medis
Selanjutnya, prosedur seperti pemasangan kateter atau operasi pada area saluran kemih dapat memicu infeksi. Bisa juga akibat konsumsi obat tertentu seperti amiodarone dan komplikasi pasca vasektomi.
Pembesaran prostat
Pada pria usia lanjut, pembesaran prostat dapat menyebabkan aliran urin terganggu sehingga memicu infeksi dan peradangan.
Urine pada epididimitis
Yaitu kondisi yang terjadi ketika urine mengalir balik ke epididimis, menyebabkan iritasi kimiawi. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh mengangkat beban berat atau mengejan.
Gejala Epididimitis
Kemudian gejala bisa muncul secara bertahap atau mendadak, tergantung tingkat keparahan infeksi.
Contohnya kondisi yang sering kamu rasakan seperti:
- Bengkak pada skrotum.
- Demam dan menggigil.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Rasa nyeri saat ejakulasi.
- Rasa tertekan atau berat pada buah zakar.
- Pembesaran kelenjar di area selangkangan.
- Keluarnya cairan dari penis (jika terkait IMS).
- Rasa panas dan kemerahan pada area selangkangan.
- Nyeri pada testis yang makin terasa saat berjalan atau berdiri.
Jika gejala tidak segera melakukan pengobatan, infeksi dapat menyebar ke testis dan menyebabkan epididimo-orchitis (infeksi pada epididimis dan testis sekaligus).
Apakah Epididimitis Berbahaya?
Lebih lanjut, apakah epididimitis bisa berbahaya jika membiarkanya tanpa melakukan pengobatan. Kemudian risiko komplikasi seperti:
- Abses pada skrotum.
- Nyeri kronis pada testis.
- Infertilitas (gangguan kesuburan).
- Kerusakan permanen pada epididimis.
Jadi dengan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi ini.
Siapa yang Berisiko Mengalami Epididimitis?
Sementara itu risiko penyakit epididimitis ini akan meningkat pada pria seperti:
- Seks melalui anal.
- Memiliki riwayat IMS.
- Sering menahan kencing.
- Mengalami pembesaran prostat.
- Aktif secara seksual tanpa kondom.
- Memiliki beberapa pasangan seksual.
- Pernah menjalani operasi atau prosedur urologi.
Dengan mengetahui siapa saja yang beresiko tinggi mengalami penyakit epididimitis ini, sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan jika termasuk salah satunya.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Epididimitis?
Dalam mendiagnosis kasus epididimitis ini biasanya dokter akan melakukan:
- Pemeriksaan fisik pada skrotum.
- Swab uretra (jika diduga karena IMS).
- Tes urin untuk mengecek bakteri atau IMS.
- USG skrotum untuk memastikan kondisi jaringan testis.
Diagnosis yang tepat sangat penting agar penanganan sesuai penyebabnya.
Pengobatan Epididimitis
Pengobatan utama biasanya berupa antibiotik, terutama jika penyebabnya adalah infeksi bakteri. Juga jenis obat akan disesuaikan dengan penyebab spesifik dan hasil pemeriksaan.
Selain obat, dokter biasanya menyarankan:
- Istirahat cukup.
- Kompres dingin pada skrotum.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri.
- Jangan mengangkat beban yang terlalu berat.
- Mengangkat skrotum untuk mengurangi nyeri.
- Menghindari hubungan seksual sampai sembuh total.
Jika penyebabnya karena infeksi menular seksual (IMS), penting juga mengobati pasangan seksual untuk mencegah infeksi berulang.
Komplikasi Jika Tidak Diobati
Lebih lanjut, penting untuk diingat bahwa penyakit epididimitis yang dibiarkan atau terlambat ditangani dapat menyebabkan:
- Abses pada skrotum.
- Jaringan parut pada epididimis.
- Epididimo-orchitis (infeksi testis).
- Gangguan kesuburan akibat kerusakan transportasi sperma.
Karena dengan penanganan cepat dapat mencegah komplikasi berbahaya tersebut.
Bahkan jika sampai terjadi epididimitis kronis ketika gejala lebih dari 6 minggu atau berulang kali.
Cara Mencegah Epididimitis
Kemudian untuk melindungi kesehatan organ reproduksi dari penyakit epididimitis ini kamu bisa melakukan beberapa cara seperti:
- Jaga kebersihan area genital.
- Jangan menahan kencing terlalu lama.
- Lakukan pemeriksaan IMS secara rutin.
- Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
- Gunakan kondom saat berhubungan intim.
- Kontrol kesehatan prostat pada usia lanjut.
Pencegahan selalu lebih mudah dan murah dari pada pengobatannya, karenanya lakukan cara-cara tersebut demi menjaga kesehatan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan bila kamu mengalami gejala berikut:
- Pembengkakan skrotum.
- Demam dengan nyeri skrotum.
- Keluar cairan tidak normal dari penis.
- Nyeri testis yang tiba-tiba atau semakin parah.
Oleh karena itu pengobatan sesegera mungkin akan mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi yang lebih parah lagi.
Jangan menunda pemeriksaan jika muncul nyeri pada testis, karena semakin cepat mengobatinya maka semakin besar peluang sembuh total.
Sumber referensi:
Kemenkes. “Epididimitis, Bagaimana Gejalanya?”. https://keslan.kemkes.go.id/. Accessed December 04, 2025.
Mayo Clinic. “Epididymitis”. https://www.mayoclinic.org/. Accessed December 04, 2025.
Urology Care Fondation. “What are Epididymitis and Orchitis?”. https://www.urologyhealth.org/. Accessed December 04, 2025.




