Benjolan di kelamin sering kali membuat seseorang panik dan khawatir. Banyak orang langsung berpikir tentang penyakit serius atau infeksi menular seksual.
Padahal, benjolan pada area kelamin penyebabnya bisa karena berbagai kondisi, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang perlu penanganan medis segera.
Agar tidak salah langkah, penting untuk memahami penyebab, ciri-ciri, serta kapan benjolan pada kelamin perlu diperiksakan ke dokter.
Daftar Isi
Apa yang Dimaksud Benjolan pada Kelamin?
Benjolan pada kelamin adalah tonjolan atau pembengkakan yang muncul pada area genital pria maupun wanita. Benjolan ini bisa:
- Kecil atau besar.
- Terasa lunak atau keras.
- Tidak nyeri atau terasa sakit.
- Muncul tiba-tiba atau berkembang perlahan.
Lokasinya bisa di penis, testis, skrotum, vagina, bibir vagina, atau area sekitar anus.
Penyebab Umum Benjolan pada Kelamin
Adapun beberapa penyebab benjolan pada kelamin seperti berikut ini.
Kista (kista epidermoid atau kista sebasea)
Kista merupakan penyebab benjolan yang paling sering dan biasanya tidak berbahaya, adapun cirinya seperti:
- Bulat
- Kenyal
- Tidak nyeri
- Tumbuh perlahan
Namun, kista bisa meradang atau terinfeksi jika tidak mengobatinya dengan baik.
Folikulitis (infeksi akar rambut)
Selanjutnya penyakit folikulitis terjadi akibat infeksi bakteri pada folikel rambut, untuk cirinya:
- benjolan kecil seperti jerawat
- kadang berisi nanah
- terasa nyeri atau gatal
Sementara itu penyebab folikulitis ini sering terjadi akibat mencukur rambut kelamin atau kebersihan yang kurang optimal.
Herpes Genital
Kemudian penyakit herpes genital yang penyebabnya akibat infeksi virus herpes simpleks, dengan ciri-ciri:
- Berisi cairan
- Terasa perih atau nyeri
- Bisa pecah menjadi luka
- Sering kambuh
Sehingga kondisi ini perlu penanganan jangka panjang.
Pembesaran kelenjar getah bening
Selanjutnya ada infeksi pada area kelamin dapat menyebabkan kelenjar getah bening membengkak, ciri benjolannya:
- Terasa agak keras
- Biasanya nyeri
- Muncul pada lipat paha
Tumor atau kanker (jarang, tapi perlu waspada)
Meski jarang, benjolan pada kelamin juga bisa menjadi tanda kondisi serius, ciri yang perlu kamu waspadai:
- Benjolan keras
- Cepat membesar
- Tidak nyeri
- Perubahan warna kulit atau luka yang tidak sembuh
Moluskum kontagiosum
Moluskum kontagiosum merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan munculnya benjolan pada kelamin. Penyakit ini terjadi karena infeksi virus yang menular.
Ciri-ciri yang umumnya muncul antara lain:
- Benjolan kecil dengan diameter sekitar 2–5 mm.
- Warna benjolan bisa putih, merah muda, atau menyerupai warna kulit.
- Teksturnya terasa keras saat menyentuhnya.
- Terdapat lekukan kecil pada bagian tengah benjolan.
- Bahkan disertai rasa gatal, nyeri, kemerahan, atau pembengkakan.
Apakah Benjolan di Kelamin Berbahaya?
Tidak semua benjolan pada kelamin berbahaya, namun tetap perlu memeriksanya jika:
- Tidak hilang dalam 1 sampai 2 minggu.
- Terasa nyeri atau bernanah.
- Terus bertambah besar.
- Mudah berdarah.
- Muncul keputihan tidak normal atau nyeri saat BAK.
Bahkan penting untuk melakukan pemeriksaan lebih awal membantu menentukan penyebab dan mencegah komplikasi.
Cara Mengatasi Benjolan pada Kelamin
Khususnya untuk penanganan tergantung pada penyebabnya, seperti:
- Obat oles atau minum dari dokter.
- Terapi antivirus atau antibiotik.
- Tindakan medis seperti pengangkatan kista atau kutil.
- Edukasi kebersihan dan seks aman.
Hindari memencet atau menusuk benjolan sendiri karena dapat memperparah infeksi.
Pentingnya Pemeriksaan Medis
Karena penyebab benjolan pada kelamin sangat beragam, pemeriksaan oleh tenaga medis profesional sangat dianjurkan. Dengan pemeriksaan yang tepat:
- Mengetahui penyebab pastinya.
- Pengobatan lebih efektif.
- Mencegah risiko penularan dan komplikasi.
Klinik Raphael dengan layanan kesehatan kelamin dapat memberikan pemeriksaan yang aman, privat, dan profesional.
Hubungi tim medis kami untuk membantu mengatasi masalah pada area intim kamu dengan meng-klik gambar berikut ini.




