Cara penularan penyakit menular seksual atau penyakit kelamin penting untuk kamu pahami karena IMS tidak hanya dapat menyebar melalui hubungan seksual vaginal.
Beberapa infeksi juga dapat menular melalui seks oral, seks anal, berbagi mainan seks, darah, serta dari ibu ke bayi selama kehamilan atau persalinan.
Tak hanya itu, masih banyak mitos mengenai penularan penyakit kelamin yang membuat sebagian orang khawatir terhadap aktivitas sehari-hari yang sebenarnya tidak menyebabkan penularan.
Memahami jalur penularan penyakit kelamin dapat membantu seseorang mengambil langkah pencegahan yang tepat tanpa menimbulkan ketakutan atau stigma yang tidak perlu.
Lebih lanjut, artikel ini membahas cara penularan penyakit menular seksual, aktivitas berisiko, serta mitos yang perlu diluruskan.
Bagaimana Penyakit Menular Seksual Menular?
Secara umum, penyakit kelamin dapat menular ketika seseorang mengalami kontak dengan cairan tubuh, kulit, mukosa, atau jaringan yang terinfeksi, tergantung jenis infeksinya.
Jalur penularan dapat berbeda antara satu penyakit dengan penyakit lainnya.
Berikut beberapa jalur penularan yang penting untuk kamu ketahui.
Hubungan seksual vaginal merupakan salah satu jalur penularan berbagai jenis infeksi menular seksual (IMS).
Oleh karena itu, cairan tubuh yang sudah terinfeksi penyakit kelamin tertentu dapat menular melalui kontak penis, vagina atau area genital.
Berikut ini bberapa jenis penyakit kelamin atau IMS yang bisa menular melalui hubungan seksual vaginal seperti:
- Sifilis
- HIV
- HPV
- Gonore
- Klamidia
- Hepatitis B
- Herpes genital
- Trikomoniasis
Sebagai tambahan, risiko penularan dapat dipengaruhi oleh jenis infeksi, adanya luka atau peradangan, penggunaan kondom, serta keadaan kesehatan masing-masing pasangan.
Apakah hubungan seksual tanpa kondom lebih berisiko?
Secara umum, hubungan seksual tanpa kondom dapat meningkatkan risiko penularan berbagai IMS.
Penggunaan kondom yang benar dapat membantu kamu dalam mengurangi resiko penularan penyakit kelamin.
Namun, perlu juga kamu ketahui bahwa kondom tidak memberikan perlindungan yang pasti terhadap penularan penyakit kelamin.
Infeksi yang dapat menular melalui kontak kulit pada area yang tidak tertutup kondom, seperti sebagian kasus HPV dan herpes, masih dapat menular.
Oleh karenanya, dalam penggunaan kondom sebaiknya harus lebih memperhatikan kembali serta mengkombinasikannya dengan langkah pencegahan lain.
Kamu bisa bisa mencari informasi terkait cara memilih kondom yang aman agar tidak salah pilih sebagai salah satu pencegahan penularan IMS ini
Namun, banyak orang mengira bahwa seks oral tidak dapat menyebabkan penyakit kelamin.
Anggapan tersebut ternyata tidak benar.
Karena beberapa IMS justru dapat menular melalui aktivitas seksual oral, baik ketika seseorang memberikan maupun menerima seks oral.
Infeksi tertentu dapat menginfeksi:
- Mulut
- Penis
- Vagina
- Vulva
- Area anus
- Tenggorokan
Beberapa bahaya seks oral dapat menularkan IMS antara lain:
- Gonore
- Sifilis
- Herpes
- HPV
- Klamidia dalam kondisi tertentu
- HIV dengan risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan beberapa aktivitas seksual lainnya, tetapi bukan berarti risikonya selalu nol
Apakah penyakit kelamin di tenggorokan selalu menimbulkan gejala?
Tidak, infeksi pada tenggorokan dapat berlangsung tanpa gejala.
Seseorang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya mengalami infeksi, tetapi tetap dapat berpotensi menularkannya melalui aktivitas seksual.
Bahaya seks anal sebagai jalur penularan berbagai jenis penyakit menular seksual.
Jaringan pada anus dan rektum memiliki karakteristik yang membuatnya lebih rentan mengalami luka atau robekan kecil akibat gesekan.
Jika terdapat infeksi pada salah satu pasangan, kontak dengan jaringan atau cairan yang terinfeksi dapat menyebabkan penularan.
Beberapa infeksi yang dapat menular melalui seks anal antara lain:
- HIV
- Gonore
- Klamidia
- Sifilis
- Herpes
- HPV
- Hepatitis B
Walaupun risikonya dapat berbeda tergantung jenis infeksi dan aktivitas seksual yang kamu lakukan.
Bagaimana cara mengurangi risikonya?
Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan antara lain:
- Mendapatkan pengobatan jika ditemukan infeksi
- Menggunakan kondom secara benar dan konsisten
- Melakukan pemeriksaan apabila memiliki risiko paparan
- Hindari melakukan hubungan seksual ketika ada luka atau muncul gejala IMS
- Menggunakan pelumas yang cocok dengan kondom untuk mengurangi gesekan
Jika muncul nyeri, perdarahan, luka, cairan tidak normal, atau benjolan pada area anus setelah aktivitas seksual, maka konsultasikan dengan dokter kelamin terdekat.
4. Penularan melalui berbagi mainan seks
Mainan seks atau sex toys juga perlu kamu perhatikan dalam pembahasan bagaimana penyakit kelamin menular.
Berbagi mainan seks dengan pasangan dapat menjadi jalur penularan beberapa infeksi apabila mainan tersebut terkena cairan tubuh atau jaringan yang terinfeksi kemudian orang lain memakainya.
Risiko dapat semakin tinggi apabila menggunakan mainan secara bergantian pada area tubuh yang berbeda tanpa membersihkannya atau tanpa mengganti kondom pada mainan tersebut.
Bagaimana cara menggunakan mainan seks dengan lebih aman?
Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan:
- Ikuti petunjuk pembersihan dari produsen.
- Jangan berbagi mainan seks tanpa membersihkannya dengan benar.
- Gunakan kondom baru pada mainan seks ketika digunakan oleh orang yang berbeda.
- Ganti kondom jika mainan berpindah dari satu area tubuh ke area lainnya.
- Hindari berbagi mainan seks ketika salah satu pasangan memiliki luka atau gejala infeksi.
Penggunaan kondom pada mainan seks dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi risiko perpindahan cairan tubuh dan mikroorganisme.
5. Penularan penyakit kelamin dari ibu ke bayi
Beberapa infeksi dapat menular dari ibu kepada bayi.
Penularan dapat terjadi pada waktu yang berbeda, tergantung jenis infeksinya.
Selama kehamilan
Beberapa infeksi dapat melewati plasenta dan menginfeksi janin.
Sifilis, misalnya, dapat ditularkan dari ibu kepada janin selama kehamilan dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera mengobatinya.
Saat persalinan
Beberapa infeksi dapat menular ketika bayi melewati jalan lahir yang terinfeksi.
Herpes genital aktif pada saat persalinan, misalnya, dapat menimbulkan risiko penularan kepada bayi.
Setelah kelahiran
Untuk infeksi tertentu, penularan dapat terjadi melalui kontak atau mekanisme lain setelah bayi lahir.
Karena jalur penularan berbeda-beda, ibu hamil yang memiliki atau berisiko mengalami IMS sebaiknya mendapatkan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan tenaga medis.
6. Penularan melalui darah
Tidak semua penyakit kelamin terutama ditularkan melalui darah. Namun, beberapa infeksi yang juga termasuk IMS dapat ditularkan melalui paparan darah yang terinfeksi.
Contohnya adalah HIV dan hepatitis B.
Risiko dapat terjadi melalui:
- Alat medis yang tidak steril
- Penggunaan jarum suntik secara bersama-sama
- Prosedur dengan alat yang terkontaminasi darah
- Transfusi darah yang tidak melalui proses skrining yang sesuai
Dalam pelayanan kesehatan modern, darah donor dan alat medis mengikuti prosedur keselamatan dan skrining yang bertujuan mengurangi risiko penularan.
Bagaimana dengan berbagi jarum?
Berbagi jarum suntik merupakan salah satu perilaku yang berisiko menularkan HIV dan hepatitis.
Karena itu, jangan pernah menggunakan jarum suntik secara bergantian dengan orang lain.
7. Penularan melalui kontak kulit
Tidak semua IMS membutuhkan pertukaran cairan tubuh untuk menular.
Beberapa infeksi dapat menyebar melalui kontak langsung dengan kulit atau lesi yang terinfeksi.
Contohnya infeksi HPV, herpes genital dan sifilis pada kondisi tertentu.
Karena itu, seseorang tetap dapat tertular infeksi tertentu meskipun menggunakan kondom apabila bagian tubuh yang terinfeksi tidak tertutup kondom.
Hal ini bukan berarti kondom tidak berguna.
Kondom tetap penting karena dapat menurunkan risiko penularan banyak IMS, tetapi perlindungannya tidak mencakup seluruh permukaan kulit genital.
Kesimpulan
Cara penularan penyakit menular seksual dapat melalui berbagai jalur, dan penularannya tidak hanya melalui hubungan seksual vaginal saja.
Berikut beberapa jalur penularan yang perlu kamu ketahui seperti:
- Seks oral dan anal
- Berbagi mainan seks
- Paparan darah tertentu
- Hubungan seksual vagina
- Penularan dari ibu kepada bayi
- Kontak kulit dengan area yang terinfeksi
Namun, tidak semua kontak sosial dapat menyebabkan penularan IMS. Berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, atau menggunakan toilet umum bukan merupakan jalur penularan utama sebagian besar penyakit kelamin.
Dengan memahami bagaimana penyakit kelamin menular membantu kita melakukan pencegahan secara tepat tanpa ketakutan yang tidak perlu.
Jika memiliki gejala atau merasa pernah mengalami paparan berisiko, jangan menunggu sampai muncul komplikasi.
Dengan berkonsultasi dengan dokter kamu dapat membantu mengetahui kondisi dengan lebih jelas dan menentukan langkah yang sesuai.
Rerefensi:
CDC. 2024. About Sexually Transmitted Infections (STIs). https://www.cdc.gov/sti/about/index.html
Everlywell. 2020. How Are STDs Transmitted?. https://www.everlywell.com/blog/sti-testing/how-are-stds-spread/




