Herpes Simplex Virus Tipe 2 – Penyebab, Tanda dan Komplikasi

Diposting pada
Herpes simplex virus tipe 2

Herpes simplex virus tipe 2 atau disebut juga herpes genital merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual, yang ditandai dengan adanya luka ataupun lepuhan di sekitar alat kelamin dan juga anus. Infeksi virus ini dapat menyerang siapa saja, namun wanita lebih banyak menderita herpes genital dibandingkan pria. Hal tersebut terjadi dikarenakan penularan HSV 2 ini lebih efektif jika ditularkan dari pria pada wanita.

Para peneliti dari University of Washington di Seattle, AS, melakukan penelitian ini untuk menggambarkan pelepasan HSV-2 oral, dubur, dan genital di antara 59 laki-laki HIV-positif dan laki-laki tanpa HIV. Kebanyakan laki-laki HIV-positif yang memakai terapi antiretroviral berada dalam kelompok tersebut (ART).

Karena jumlah penyakit yang signifikan, herpes simpleks dianggap sebagai masalah global. 417 juta orang di seluruh dunia antara usia 15 dan 49 tahun memiliki infeksi virus herpes simpleks tipe 2 pada tahun 2012. (HSV-2).

Perempuan lebih mungkin dibandingkan laki-laki untuk tertular herpes genital, meskipun faktanya siapa pun bisa. Penularan HSV-2 dari pria ke wanita lebih mungkin berhasil karena alasan ini.

Penyebab herpes simplex virus tipe 2

Infeksi herpes simplex virus tipe 2 disebakan oleh adanya infeksi virus HSV 2. Seseorang dapat terinfeksi ketika melakukan kontak langsung dengan luka pada penderita. Virus ini juga dapat menular melalui kontak kulit atau ketika melakukan hubungan seksual, meskipun tanpa adanya luka yang terlihat. Penularan dari ibu ke bayi saat proses melahirkan juga dapat terjadi.

Tanda dan Gejala HSV 2

Pada penderita yang terinfeksi HSV 2 atau herpes genital, gejala yang umum dialami adalah:

  • Terjadinya pembengkakan pada kulit kelamin atau terasa gatal, nyeri dan juga rasa terbakar di area sekitarnya
  • Adanya luka yang terasa nyeri di kemaluan, anus ataupun paha
  • Terasa nyeri ketika buang air kecil
  • Keluarnya cairan tidak normal dari vagina
  • Kulit penis kering, terasa perih dan juga gatal

Pencegahan herpes simplex virus tipe 2

Herpes genital dapat menyerang siapa saja, namun ada beberapa cara untuk mencegah agar tidak tertular infeksi virus ini, yaitu:

  • Menggunakan kondom ketika akan melakukan hubungan seksual apapun
  • Hindari hubungan seksual apabila pasangan memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya

Faktor risiko herpes simplex virus tipe 2

Berikit beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi Herpes Simplex Virus tipe 2, diantaranya:

  • Memiliki riwayat penyakit tertentu
  • Stres fisik ataupun emosional
  • Daya tahan tubuh yang lemah
  • Adanya trauma pada daerah yang terinfeksi HSV 2, termasuk hubungan seksual

Komplikasi herpes simplex

Infeksi virus ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan benar, seperti:

  • Penyakit menular seksual lainnya

Timbulnya luka genital dapat meningkatkan risiko penularan atau tertular infeksi menular seksual lainnya, termasuk AIDS.

  • Infeksi pada bayi baru lahir

Ibu yang terinfeksi virus ini dapat menularkan ke bayi baru lahir ketika proses persalinan. Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan otak, kebutaan ataupun kematian bagi bayi yang baru lahir.

  • Meningitis

Infeksi HSV dapat menyebabkan peradangan pada selaput dan cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, atau disebut dengan meningitis.

  • Peradangan rektum

Herpes genital dapat juga menyebabkan terjaidnya peradangan pada lapisan rektum, terutama pada pria yang berhubungan seksual dengan sesama pria.

Cara mengobati herpes simplex tipe 2

Pilihan pengobatan herpes simplex tipe 2 sebagian besar bergantung pada kesehatan pasien secara keseluruhan dan seberapa parah masalah mereka.

Tujuan pengobatan adalah untuk menutup luka dan mencegahnya menyebar. Namun, luka Anda mungkin sembuh dengan sendirinya tanpa perhatian medis.

Obat antivirus ini dapat mengurangi gejala dan menurunkan risiko penyebaran infeksi. Obat-obatan ini dapat dioleskan sebagai krim atau diminum sebagai pil. Obat-obatan ini juga dapat disuntikkan jika gejalanya parah.

Jadi kapan saya harus berkonsultasi ke Dokter

Jika Anda dirasa mulai mempunyai tanda-tanda herpes simplex tipe 2 maka segera hubungi dokter kelamin terdekat. Demikian juga, jika Anda mengalami gejala atau tanda yang tidak disebutkan, atau jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *