5 Cara Memperbesar Ukuran Mr P

Diposting pada
Ilustrasi (Foto: iStock)

Ukuran penis seringkali menjadi patokan kejantanan seorang pria. Bagi sebagian pria, ukuran alat vital yang besar merupakan suatu kebanggaan yang dapat membuat pria lebih unggul dari pria lainnya.

Fakta Mengenai Cara Memperbesar Mr P

Bukan hal aneh lagi jika beberapa pria berusaha untuk mencari cara memperbesar penis. Namun, perlu waspada karena faktanya, cara memperbesar penis tersebut bisa jadi tidak efektif dan malah berisiko membahayakan alat vital.

Pengobatan gonore
konsultasi online gratis
Telepon Klinik kelamin Raphal
konsultasi online gratis

Berikut adalah beberapa alat atau cara memperbesar penis yang populer di masyarakat serta kebenaran di balik hal tersebut.

  1. Vacuum pump
    Vacuum pump merupakan salah satu alat memperbesar penis yang sudah dikenal dalam masyarakat. Alat ini berbentuk seperti tabung dengan cincin yang dapat dimasuki oleh penis. Saat memakainya, tabung tersebut akan memompa udara keluar dan membuat tekanan yang memicu darah masuk ke dalam penis yang menimbulkan pembesaran atau pembengkakan pada penis. Cincin akan dipasang pada bagian bawah penis untuk mencegah darah meninggalkan penis.

    Pembesaran ini bersifat sementara dan hanya akan berlangsung sekitar 24 jam. Biasanya, vacuum pump lebih sering digunakan untuk mengatasi impotensi atau disfungsi ereksi dari pada untuk memperbesar penis. Terdapat efek samping dari penggunaan vacuum pump secara berlebih, seperti bisa mengalami kerusakan pada jaringan penis, masalah saat ereksi, menimbulkan rasa sakit dan bengkak pada penis, serta berpotensi merobek pembuluh darah di penis.
  2. Pil, suplemen, minuman, dan salep
    Pil, suplemen, minuman, dan salep adalah salah satu alternatif memperbesar penis yang sangat terkenal dalam masyarakat. Pil, suplemen, minuman, dan salep tersebut umumnya mengandung mineral, tanaman herbal, hormon, ataupun vitamin tertentu yang diumbar-umbar mampu meningkatkan ukuran alat vital. Faktanya, pil, suplemen, minuman, dan salep tersebut banyak yang tidak terbukti efektif dan bahkan berpotensi merusak kesehatan karena berinteraksi dengan obat-obatan lain atau ketika tidak digunakan sebagaimana mestinya.
  3. Penjepit dan cincin 
    Penjepit dan cincin digunakan pada bagian bawah penis saat sedang ereksi untuk menahan darah di penis. Alat ini bertujuan untuk meregangkan dan memperpanjang penis. Serupa dengan vacuum pump, alat ini hanya memperbesar penis secara sementara.
  4. Bedah penis dan Filler
    Operasi untuk memperbesar penis umumnya hanya dilakukan jika seorang pria menderita mikropenis atau memiliki ukuran penis lebih kecil dari 7,5 centimeter saat direnggangkan.Biasanya, bedah penis hanya dilakukan untuk meningkatkan fungsi alat vital atau sebagai penanganan karena cedera. Bedah penis hanya bisa memanjangkan penis sebanyak kurang lebih satu centimeter.Bedah penis dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menyuntikkan sel lemak dalam penis, memasukkan sel lemak dari bagian tubuh lain ke penis, pemotongan ligamen tertentu, dan sebagainya. Tentunya terdapat efek samping dan risiko saat melakukan bedah penis, seperti pembengkakan, penampilan penis yang abnormal, infeksi, disfungsi ereksi, dan sebagainya.

    Sedangkan filler yaitu dengan cara menginjeksikan Hyaluronic Acid ke area kulit penis, sehingga diameter penis bertambah dengan estimasi waktu pekerjaan 15-30 menit.
  5. Traction device
    Alat ini digunakan untuk menarik atau memanjangkan jaringan alat vital yang dipercaya mampu memperbesar penis. Alat ini biasanya berbentuk pemberat atau rangka memanjang yang dipasang pada penis. Namun, alat ini hanya berguna untuk memanjangkan penis dan bukan memperbesar penis.
Pengobatan gonore
konsultasi online gratis
Telepon Klinik kelamin Raphal
konsultasi online gratis

Adakah Cara Untuk Memperbesar Mr P?

Meskipun dengan mengonsumsi suplemen atau menggunakan perangkat fisik, tidak ada cara yang terbukti efektif untuk membesarkan penis. Hal ini dikarenakan penis terdiri dari pasangan corpora cavernosa dan corpus spongiosum tunggal, sehingga ukuran penis sedikit banyak lebih ditentukan secara genetik. Perlu diketahui, penis merupakan salah satu organ tubuh manusia yang tidak memiliki otot, sehingga karena itulah segala olahraga fisik dan latihan apapun yang difokuskan pada penis tidak akan membuahkan hasil yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *